
Pada tahun 2022, saya berkesempatan untuk mengikuti kompetisi bergengsi FlutterFlow Games Hackathon 2022 yang diadakan oleh FlutterFlow secara internasional. Kompetisi ini menantang developer dari seluruh dunia untuk membangun game menggunakan platform no-code/low-code FlutterFlow dalam waktu yang sangat terbatas.
Dari sekian banyak ide, saya memilih untuk membuat DOTA 2 Quiz Game — sebuah game kuis yang menguji pengetahuan pemain tentang DOTA 2 dengan berbagai level kesulitan, power-ups, dan sistem leaderboard global.
1. Waktu Development yang Sangat Terbatas Kompetisi hackathon berlangsung sangat cepat. Saya harus membangun MVP yang solid dengan integrasi multi-fitur dalam hitungan hari. Solusinya adalah menggunakan arsitektur modular dengan reusable components dan mock API fallback untuk mempercepat development.
2. Game Quiz yang Membosankan Game quiz konvensional seringkali membosankan. Saya mengimplementasikan power-ups (bantuan jawaban, tambahan waktu), timer pressure, animated UI transitions, dan progressive difficulty untuk meningkatkan retention pemain.
3. Anti-Cheat untuk Leaderboard Global Leaderboard global rentan terhadap score manipulation. Saya membangun server-side score validation dengan Firebase Cloud Functions dan session replay checksum. Hasilnya? Zero cheating incidents sejak launch.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi milestone penting dalam karir saya, tetapi juga membuka pintu untuk project-project enterprise dan B2B internasional selanjutnya.
---
Main Dashboard & Stats
---
Kompetisi ini membuktikan bahwa dengan kombinasi Flutter expertise, creative game design, dan robust backend, seorang solo developer bisa bersaing di level internasional.